Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anda Ingin Sehat? Kembali Ke Masakan Original Manusia

Pada awal mulanya masakan hewani bukanlah masakan yang termasuk masakan yang ditetapkan ol ANDA INGIN SEHAT? KEMBALI KE MAKANAN ORIGINAL MANUSIA
Ilustrasi Makanan Original
Pada awal mulanya masakan hewani bukanlah masakan yang termasuk masakan yang ditetapkan oleh Allah.  Allah menunjukkan tumbuhan berbiji dan buah-buahan yang berbiji kepada insan dan tumbuh-tumbuhan hijau kepada hewan.  Manusia pada awalnya ialah vegetarian.

Membunuh binatang untuk dimakan ialah bukan rencana Allah pada awalnya, lantaran Allah menghargai kehidupan yang Ia ciptakan.

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku menunjukkan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. (Kejadian 1: 29, 30).

Pada ketika insan jatuh ke dalam dosa, Allah tetap konsisten dengan penetapan bahwa masakan insan ialah buah-buahan namun ditambah dengan tumbuh-tumbuhan.

Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu. (Kej 3:18)

Makanan hewani ditetapkan oleh Allah sesudah air bah datang, sesudah seluruh tumbuh-tumbuhan musnah barulah Allah mengizinkan insan untuk mengkonsumsi masakan daging (Kej 9:3). Mungkin inilah maksud Allah dengan memasukkan binatang halal sebanyak 7 pasang dan binatang haram sepasang.[1]

Tetapi masakan daging memiliki akhir jelek bagi kesehatan manusia, di mana sanggup memicu munculnya banyak sekali penyakit. Ada banyak binatang yang ter-jangkit basil TBC dan virus kanker, dan ketika insan memakan daging yang dihasilkannya, maka insan akan tertular penyakit TBC, kanker dan penyakit berbahaya lainya.[2]

Demikian juga pada ketika bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, untuk mengurangi akhir jelek dari masakan daging tersebut, Allah menunjukkan peraturan ketat kepada bangsa Israel, di mana binatang haram, lemak dan darah dilarang dimakan. (Imamat 11, 3: 17; 7:23, 24)[3]

Melihat akhir jelek dari makan daging ini, Ellen G. White berkata:

“Tuhan bermaksud membawa umat-Nya untuk kembali memakan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian sederhana . . . Allah menyediakan buah-buahan dalam keadaan alamiah bagi nenek moyang yang pertama.”[4]
Ia juga menegaskan bahwa jika setiap insan sanggup membangun harapan untuk memakan biji-bijian dan buah-buahan, dan membuangkan harapan untuk memakan daging maka keadaan insan akan kembali ibarat pada zaman penciptaan.[5]


[1] Ellen G. White, Hidup Yang Terbaik (Bandung: Indonesia Publishing House, 2012), 293.

[2] Ibid., 294-295

[3] Ibid., 294.

[4] Ellen White, Petunjuk Diet Dan Makanan Anda (Bandung: Indonesia Publishing House, 1991), 86.

[5] Ibid.