Arjun Dan Arohi Episode 46 Tayang Rabu 23 Januari 2019
ARJUN dan AROHI Episode 46 Sebelumnya Semua orang di aula ijab kabul berlari untuk melihat apa yang terjadi. Arohi dan Karan menggedor pintu teras dan meminta Hari untuk membukanya. Arjun memegang Hari dan berusaha menariknya. Hari berteriak memanggil Arjun dan Arjun juga berteriak pada Hari biar memegang tangannya. Hari memberitahu Arjun untuk melepaskannya atau beliau juga akan jatuh bersamanya. Arjun bersikeras menyampaikan pada Hari biar beliau pegang tangannya.
| ARJUN dan AROHI |
Semua orang ada di pintu teras ketika penjaga tiba dan menyampaikan pintu macet dan tidak dapat terbuka tapi ada cara lain dan mereka semua menuju ke sana. Semua orang turun dan keluar dari gedung. Mereka semua melihat Hari tergantung dari atap dan Arjun di atas. Semua orang khawatir dan menyaksikan Arjun berusaha menarik Hari. Tapi Arjun kehilangan pegangan dan Hari jatuh ke tanah. Arjun melihat ini dan berlari ke bawah. Semua orang yang sudah di lantai bawah kaget dan lari menghampiri jasad Hari. Arohi hanya terdiam dan kaget. Arohi hany teringat kilas balik percakapannya dengan ayahnya yang menyampaikan bahwa Hari merasa ini ialah kali terakhir melihatnya.
ARJUN dan AROHI Episode 46
ARJUN dan AROHI Episode 46
Arjun menuruni tangga dan Karan melihatnya. Karan pun menjadi marah. Arjun shock dan akan menghampiri Hari tetapi Karan tiba dan menamparnya. Karan bertanya kepadanya apa yang beliau lakukan dan terus menampar Arjun. Karan berkata pada Arjun bahwa dirinya tidak akan mengampuni Arjun hari ini dan mengalahkannya.
Baca : Daftar Lengkap ARJUN dan AROHI
Baca : Daftar Lengkap ARJUN dan AROHI
Semua orang, termasuk Arohi hanya kaget dan menatap jasad Hari. Antara meminta seseorang untuk memanggil dokter, sementara Karan terus memukuli Arjun dan semua orang hanya berdiri diam. Salil alhasil berusaha menghentikan Karan dan bertanya pada Arjun sambil menangis menanyakan apa yang telah dilakukanya.
Arjun hanya kaget dan menatap HP yang terbaring di lantai. Salil bertanya pada Arjun apakah beliau sudah tidak waras dan Salil meminta Arjun sadar untuk melihat apa yang sudah beliau lakukan. Arjun masih tersentak kaget dan tidak bereaksi, dia hanya menatap Hari dengan shock. ARJUN dan AROHI Episode 46
Mobil polisi tiba dan polisi bertanya apakah Hari telah bunuh diri. Karan menyampaikan tidak dan menyampaikan bahwa Hari telah dibunuh oleh Arjun. Polisi menangkap Arjun. Arjun alhasil kembali ke nalar sehatnya dan menyadari apa yang terjadi. Arjun menyampaikan dirinya tidak melaksanakan hal ini. Arjun memohon menyampaikan bahwa dirinya tidak melaksanakan semua ini tetapi semua orang hanya menonton. Karan mencengkeram leher Arjun dan menyampaikan kepadanya bahwa beliau seorang pembunuh.
Arjun pergi menghampiri Arohi dan memeluknya seraya bertanya apakah beliau pikir dirinya dapat membunuh ayahnya. Arjun menyampaikan pada Arohi bahwa dirinya percaya padanya dan memintanya untuk memberitahu semua orang bahwa dirinya tidak melaksanakan semua ini. Arjun menyampaikan itu kecelakaan bahwa Hari terpeleset dan dirinya gres saja membantunya untuk menyelamatkannya.
Arohi masih shock dan tidak bereaksi ketika Arjun menyentaknya dan memintanya untuk memberitahu semua orang. Arohi mendorong Arjun menjauh tetapi masih menatap Hari dengan shock. Arohi alhasil memanggil ‘ayah’ dan berjalan menghampiri Hari. Arohi memanggilnya lagi dan mulai menangis memintanya untuk bangun. Arohi melihat darah Hari di tangannya dan mengingat mimpinya di mana Arjun menembaknya dan beliau mempunyai darahnya sendiri di tangannya.
Arohi pikir mimpi yang di miliki dan darah yang di lihat di tangannya bukan miliknya tetapi milik ayahnya. Arohi menghampiri Arjun dan memeluknya dan berpikir bahwa lantaran Arjunlah mimpi itu menjadi kenyataan. Arohi melihat Arjun dan menyampaikan beliau pembunuh ayahnya. Arohi berteriak menyampaikan pada Arjun bahwa beliau sudah membunuh ayahnya. Arjun hanya menatapnya sambil menangis. Arohi berteriak pada Arjun menyampaikan bahwa bahwa beliau yang sudah mendorong ayahnya.
Arohi berkata bahwa bukan lantaran Hari alasan dirinya menolak menikah dengannya tapi lantaran alasan lain. Arohi menyampaikan kini dirinya tidak akan memberitahukan alasannya. Arjun hanya menatapnya dengan kaget dan Arohi kembali memanggil ayahnya dan mulai menangis. Arohi mencengkeram Arjun dan menyampaikan dirinya sangat mencintainya hingga hari ini dan kini beliau membunuh ayahnya. Arjun hanya menatapnya dengan kaget. Arohi menangis menyampaikan kini dirinya membencinya. Arohi menyampaikan kepada polisi untuk membawa Arjun pergi. Arohi menyampaikan Arjun sudah membunuh ayahnya dan beliau juga tidak akan dapat hidup. Aroh berkata bahwa Arjun akan menderita meski beliau hidup. Sekalilagi Arohi berkata, "aku benci kau Arjun..". Arjun pun kembali patah hati. Arohi menyampaikan kepada polisi untuk membawanya pergi. Polisi pun membawa pergi Arjun yang hancur yang hanya dapat menatap nanar pada Arohi.
Kembali kemasa sekarang, Arjun duduk di penjara dan menyampaikan pada Gangga bahwa ini ialah kisah Arjun Punj. Ganga menyampaikan dirinya tahu beliau tidak membunuh Hari tetapi ceritanya tidak berakhir di sana lantaran masih ada pertanyaan yang belum dijawab yang harus dijawab olehnya. Gangga bertanya mengapa Arohi meninggalkannya. Arjun mengatakan, “mengapa Arohi meninggalkanku? kenapa beliau menikahi Karan? mengapa beliau tidak tiba menemuiku di penjara selama 2,5 tahun terakhir? saya tidak tahu tetapi yang saya tahu ialah ada alasan di balik semua ini..semua yang saya tahu ialah bahwa dalam 2,5 tahun terakhir saya telah mengingatnya setiap ketika dan beliau membenciku setiap saat..bahkan jikalau itu ialah kebencian maka Arohi ada di sana setiap saat..jadi bagaimana saya dapat membencinya?”.
Ganga bertanya jikalau Arohi membencinya kenapa beliau tidak dapat membenci Arohi juga. Arjun mengatakan, “ketika kau mengenal seseorang lebih dari dirimu..kamu dapat mendengar apa yang orang itu tidak katakan dan ketika Arohi berbicara dengan ku untuk yang terakhir kalinya, saya mendengar apa yang tidak dikatakannya “. Ganga menyampaikan bahwa ini mungkin ilusinya juga, itulah sebabnya beliau tidak pernah dapat membenci Arohi.
Arjun tersenyum dan berkata, “Dewa tidak pernah berbicara kepada kita tetapi ketika Dewa tidak memberi apa yang kita minta kita tidak mulai membenci Dewa..lalu bagaimana saya dapat menanyai seorang gadis yang gres saja melaksanakan kesalahan?”. Ganga menyampaikan itu ialah kisah yang asing dan beliau sudah tidak waras. Ganga menyampaikan bahwa fakta jikalau Arohi mencintainya hanya diketahuinya melalui ceritanya saja dan kebenaran kisah itu tidak diketahuinya.
Ganga menyampaikan dirinya tidak pernah bertemu Arohi dan tidak pernah mendengar bahwa Arohi pernah menyayangi siapa pun yang disebut Arjun. Gangga bertanya pada Arjun apakah beliau tahu apa yang dirinya pikirkan wacana Arohi. Ganga menyampaikan pada Arjun bahwa Arohi ialah penipu besar lantaran beliau bersama Arjun hanya lantaran Arohi merasa bahwa beliau dapat menjadikannya penyanyi besar tetapi beliau meninggalkan kekayaan ayahnya untuknya kemudian Arohi menerka beliau ialah beliau lantaran ayahnya dan Arohi pun alhasil meninggalkannya. Ganga bertanya pada Arjunmengenai kebenaran ucapannya Ganga menyampaikan pada Arjun, “kau bersedia menyerahkan seluruh hidupmu untuk cinta yang bahkan tidak ada..aku tidak akan membiarkan kau melaksanakan itu..aku akan mengeluarkan kau dari penjara ini dan juga dari delusi cintamu”.
Ganga memberi Arjun kartu seruan dan menyampaikan untuk tiba ke pernikahannya sehabis beliau dibebaskan. Arjun mengambil kartu itu dan memberikannya kembali padanya menyampaikan dirinya mengembalikannya dengan impian terbaik. Ganga menolak dan berdiri untuk pergi. Di luar sel Gangga berhenti dan berkata bahwa Arohi ada di Mumbai. Arjun terkejut dan menatapnya. Gangga menyampaikan jikalau beliau ingin tahu mengapa Arohi ada di sini dan apa yang Arohi lakukan di Mumbai maka beliau harus keluar dari penjara ini.
| ARJUN dan AROHI |
ARJUN dan AROHI Episode 46 Tayang Rabu 23 Januari 2019
ARJUN dan AROHI Episode 46 Arjun pun memikirkan ucapan Gangga. Sementara Gangga keluar dan melihat Savita yang sudah menunggunya. Gangga pun bicara pada Savita.
Media berkumpul di sebuah rumah besar dan awak media menciptakan gosip masing2 mengenai penyanyi gres yang berjulukan Arsita. Sementara itu Arsita sendiri diperlihatkantanpa menampakkan wajahnya tengah bersiap2 di kamar. Asistennya tiba membacakan jadwalnya. Lalu sang ajudan mucul memberi kabar pada awak media.
Arsita muncul dan seluruh awak media meliputnya. Arsita mempersilahkan mereka semua untuk duduk kemudian wawancara pun dimulai. Disinilah wajah Arsita diperlihatkan dan ternyata beliau ialah Arohi dalam tampilan barunya. Ada salah satu pertanyaan awak media yang menciptakan Arohi teringat ketika Arjun menyelamatkannya dari kebakaran studio Karan dan juga ketika Arjun menculiknya. Arohi menjawab semuanya dengan tenang. Setelah menjawab semuanya Arohi pamit undur.
Arsita tengah menatap foto mendiang sang ayah di kamar sambil melamun. Bibi Meetu menemuinya sambil membawa sebuah piala dan Bibi Meetu menata piala Arohi disamping piala yang lain kemudian bicara padanya mengenai kebahagian Abhay dan Sur, Antara yang sudah menjadi desainer dan kebahagiaan Purvi bersama Salil. Bibi Meetu menasihati Arohi mengenai Karan yang baik hati. Arohi pun menyampaikan tidak ingin membahas Karan kemudian bibi Meetu pun beranjak pergi. Sang ajudan kembali tiba sambil membawa buket bunga. Arohi membaca tulisan di kartu buket dan terkejut memikirkan sesuatu kemudian Arohi mengembaikan buket itu pada asistennya lagi.
by : aRin
Sumber http://www.intifilm.com/